Begitu pula dengan HMI, lambang Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) diciptakan oleh Kanda Ahmad Sadali. Beliau merupakan kader HMI Cabang Bandung. Lambang HMI disahkan pada Kongres III di Jakarta pada tanggal 30 Juli-05 Agustus 1953. Kanda Ahmad Sadali lahir di Garut, Jawa Barat pada 1924 dan sempat menjadi guru besar di Institut Teknologi Bandung Salah satunya dilakukan oleh Nurcholish Madjid2 ketika ia memimpin Himpunan Mahasiswa Islam (selanjutnya dalam tulisan ini disebut HMI) dua periode; 1966-1969 dan 1969-1971 yang dikembangkan kemudian pada tahun-tahun berikutnya. 1 Untuk semua ini lihat misalnya Nurcholish Madjid, “Menegakkan Faham Ahlussunnah Waljama’ah”, Dalam Satu Islam dua yaitu Hmi DIPO yang ikut dengan azaz tunggal dan MPO yang mempertahankan azaz Islam. Pada tahun 1998 rezim orde baru berakhir atas desakan mahasiswa dan rakyat dengan Sebagai ringkasan, perbedaan mendasar antara logo HMI, MPO, dan DIPO terletak pada warna, elemen simbolis, dan pesan yang ingin disampaikan. HMI menyoroti nilai-nilai Islam dan pengembangan intelektual, MPO menekankan semangat juang dan patriotisme mahasiswa, sedangkan DIPO menyoroti kesatuan dan kontribusi pemuda dalam pembangunan bangsa. .

perbedaan lambang hmi dipo dan mpo